Borobudur Ada Kaitannya Dengan Nabi Sulaiman ?

By Argi Setyo Margie   Posted at  04:09:00   Did You Know?? No comments



SEBUAH teka-teki yang selalu membuat penasaran seseorang yakni ketika membincang sejarah terutama sejarah masa lalu yang berkaitan dengan identitas kitab mulia (Al-Qur'an).

Pembahasan kali ini yakni mengenai tema Negeri Saba dan Istana Sulaiman ada di Jawa menurut versi penelitian dari KH. Fahmi Basya. Fahmi Basya, menggambarkan begitu detil sekali berawal dari pembahasaan Al-Qur’an Surat Saba’ ayat 18 sebagai berikut:

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah padanya beberapa malam dan siang dengan aman.
[QS. Saba'/34: 18]

Indonesia Negeri Saba’
Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “Candi Borobudur” adalah bangunan yang dibangun oleh “Tentara Nabi Sulaiman” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “Arsy Ratu Saba'”, sejatinya PRINCES OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa.

Sedangkan kepulauan jawa terdapat beragam candi-candi baik itu candi gedung songo, prambanan, candi mendut maupun candi borobudur yang identik dengan candi-candi yang bergariskan dengan lambang-lambang patung agama Budha.

Sementara itu patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting (perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).

Hasil riset tersebut juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tersebut sesuai dengan ajaran-ajaran LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an.

Perlu diketahui bahwa satu-satunya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman As dan negeri yang beliau wariskan ternyata secara kebetulan diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Yogyakarta – Jawa Tengah. Nabi Sulaiman As mewarisi kerajaan dari Nabi Daud As yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA”, menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = gunung dan indra = raja.

Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (yang asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, posisi suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli Telah menghilang yang dikenal sebagai suku-suku yang hilang “The Lost Tribes” yang mana mereka pergi ke timur dan banyak yang menuju ke “THE PROMISED LAND” yaitu Indonesia.

Dan kalau kita merunut lagi kembali seperti apa yang telah disampaikan oleh KH. Fahmi Basya tentang Candi Borobudur, maka akan semakin tampak jelas bahwa ketika beliau menjelaskan tentang Negeri Saba’ disitu dikatakan bahwa sebuah pemerintahan yang sangat kuat karena dipimpin oleh Nabi Sulaiman As dan Ratu Balqis dari hasil riset dengan di dukung oleh data-data yang ada, maka terbukti bahwa NEGERI SABA’ itu adalah INDONESIA dengan pusat pemerintahan di Jawa dan ARSY SABA’ yang dipindahkan atas perintah Nabi Sulaiman As adalah Candi Borobudur yang dipindahkan dari Istana Ratu BOKO, dan NEGERI SABA’ inilah yang kemudian dikatakan oleh KH Fahmi Basya ada kemiripan antara Cerita dengan BENUA ATLANTIS yang hilang itu. Dan sungguh luar biasa kalau fakta itu benar, berarti Negeri ini telah mewarisi peradaban besar bangsa-bangsa.

15 Point Bukti Berlandaskan Al-Qur'an

1. Di buku-buku Ilmu Sejarah kita disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan pada abad ke-7 Masehi, tetapi menurut Teori paruh waktu , bahwa penelitian terhadap batu candi tersebut tidak bisa dihitung umurnya dengan Isotop C (Carbon). Sehingga bisa ditarik Hipotesa, bahwa Candi Borobudur tidak dibuat pada abad ke-7 Masehi.


2. Adanya fenomena angka 19 di Candi Borobudur. Adapun mengenai fenomena angka 19 itu terdapat di dalam Alqur’an berasal dari kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim yang terdiri dari 19 huruf. Kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim ini yang memperkenalkannya kepada kita adalah nabi Sulaiman As. ketika beliau berkirim surat kepada Ratu Saba’

Kop Surat dari Surat nabi Sulaiman As itu adalah kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim .
Isi suratnya adalah: ” Alla ta’luu ‘alaiyya, wa’tuunni muslimiin ” ( Jangan menyombong kepadaku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri ). Dan perlu diketahui surat itu sampai sekarang masih ada yaitu di Musium Nasional berupa lempengan emas bertuliskan Bismillah, surat itu awalnya ditemukan dikolam dekat Candi borobudur.

Lempengan emas bertuliskan kalimat ‘Bismillah”
Jadi, dapat dikatakan bahwa phenomena 19 itu sudah diketahui oleh Nabi Sulaiman As. Oleh sebab itu di Candi borobudur ada phenomena 19.


Fenomena angka 19

3. Adanya phenomena posisi tiga buah candi terletak segaris lurus, yaitu: Candi Borobudur, Pawon dan Mendut.

Karena yang membuat Candi Borobudur itu bukan manusia saja, tetapi juga Jin, maka segaris lurusnya tiga candi, yaitu Borobudur, Pawon dan Mendut, bukanlah hal kebetulan. karena Jin bisa melihatnya dari atas.
Untuk apa mereka membuat ketiga candi itu segaris lurus?
Untuk membuat gambar Gerhana. Dengan demikian mereka memberitakan bahwa Borobudur itu gambar Matahari, Pawon itu gambar Bulan dan Mendut adalah gambar Bumi. Itu sebab Mendut mewakili Manusia. Disana ada sebuah patung Manusia sebagai wakil penduduk bumi adalah manusia.
Mengapa Borobudur itu gambar Matahari.? Karena Ya..si Ratu Saba’ itu dulunya kan penyembah Matahari, jadi ‘Arsy dia itu ada nuansa mataharinya.


4. Diceritakan pula di dalam Al-qur’an istananya berbentuk piring-piring dan patung-patung, sementara itu candi borobudur berbentuk piring dan banyak patung-patungnya, disinyalir patung Nabi Sulaiman As.





5. Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman As. dan Indonesia adalah negeri SABA yg diceritakan Al-qur’an dalam surat As-Saba (34). karenanya ada nama daerah Sleman di DI. Yogyakarta – Jawa Tengah yang diambil dari nama Nabi Sulaiman As.

Peta Sleman DI Yogyakarta

6. Sementara itu masih di kota Jogjakarta, tepatnya di daerah Prambanan ada candi ratu Boko yang di ambil dari nama Ratu Bulqo/Bilkis.



Candi ratu Boko

Kolam Pemandian di Candi ratu Boko


7. Di dalam Qur’an Surat As-Saba tanda-tanda daerahnya ada buah pahit, sementara disekitar candi borobudur ada buah: Mojo Pahit. bahkan sebuah kerajaan besar yang pernah jaya di pulau jawa dulu rela menamakan kerajaannya dengan nama Kerajaan Majapahit.



7. Di dalam Qur’an Surat As-Saba tanda-tanda daerahnya ada buah pahit, sementara disekitar candi borobudur ada buah: Mojo Pahit. bahkan sebuah kerajaan besar yang pernah jaya di pulau jawa dulu rela menamakan kerajaannya dengan nama Kerajaan Majapahit.


8. Lalu diceritakan di dalam Al-Qur’an lagi: bahwa daerah Saba’ dikelilingi dua hutan, sementara itu Borobudur disana ada daerah Wanagiri dan WanaSABA, dimana dalam kamus bahasa jawa kawi; wana = hutan, saba = pertemuan.



9. Dimana seperti dalam Alqur’an Nabi Sulaiman menggunakan dua lembar kain dan kain yang luar adalah sutra seperti patung di candi yang terdapat lipatan sutra.



10. Diceritakan lagi di Nabi Sulaiman sering beristirahat dan berlibur di pantai sebelah timur negeri Saba, sementara di sebelah timur Indonesia deket papua ada pulau Solomon, yang di ambil dari nama Nabi Sulaiman As.


11. Relief-relief di candi mengambarkan cerita tentang Nabi Sulaiman diantaranya gambar burung yang mengantar surat kepada ratu Bilkis.

Sedangkan relief yang bergambar burung berkepala manusia, memberikan penjelasan bahwa burung hud-hud tersebut bisa berbicara dengan Nabi Sulaiman.



12. Di dalam Al-Qur’an surat As-Saba’ diceritakan negeri SABA telah di azab Allah karena penduduknya kufur dan tidak beriman, yaitu berupa dengan mengirim banjir besar yang menghancurkan negeri Saba’ menjadi berkeping-keping. Karenanya hanya Indonesia-lah satu-satunya negara di Dunia yang mempunyai 17.000 pulau lebih.




13. Indonesia adalah negeri SABA yang hilang, yang oleh Plato dan para ilmuwan barat diistilahkan benua Atlantis yang hilang.



14. Diantara Ribuan jumlah para Nabi, hanya Nabi Sulaiman As yang mempunyai nama Jawa yang berawalan “SU”, sebagaimana Suparmin, Suharto, Sukarno, Supratman, Sulistyono dll.

Nama jawa (Misal: SUlistiyono)


15. Adanya angin muson di Indonesia semakin menguatkan bukti bahwa Indonesia adalah negeri Saba’.



Dan masih banyak lagi fakta-faktanya yang lain.!



Nah kalau hasil penelitian ini benar adanya, bahwa yanag dimaksud dengan Negeri Saba’ adalah Indonesia hasil peninggalan Nabi Sulaiman As dan Ratu Bulqis. Sungguh luar biasa bangsa ini, kita telah mewarisi peradaban yang mulia itersebut. Wallahu ‘alam bissawaab.

Sumber : http://www.wartamadani.com/2013/05/negeri-saba-dan-istana-sulaiman-ada-di.html

Pohon Mangga Peninggalan Mbah Kakung

By Argi Setyo Margie   Posted at  11:53:00   Random No comments


Pohon mangga didepan rumah mau ditebang aja mas soalnya pohonnya tambah tinggi & akarnya takut ganggu pondasi rumah, ucap Ibu waktu saya melepas kaos kaki baru pulang kerja. Jadi inget tahun 1997 waktu almarhum mbah kakung megang biji buah mangga trus ditanam beliau sambil ngomong ke saya 'engko sok mben nek kowe wis gede wis berbuah le pohonne'. Jalan beberapa tahun sampe beliau meninggal tahun 2007 kebetulan pohonnya blm berbuah juga. Tapi setelah beliau meninggal keluar juga tuh mangga yg lumayan gede n buahnya manis. Buah pertama yang langsung dikupas Ibu sambil ketawa rada nangis inget almarhum mbah yang nanem buahnya tapi udah gak ada. Kata-kata mbah waktu itu seakan-akan udh kaya kesimpen di memori otak yg bagian paling dalem rasanya, abisnya sampe sekarang masih aja inget momen itu.

Sebetulnya sayang juga kalo ditebang, yaa itu mungkin satu-satunya peninggalan almarhum ke saya yang ditujuin supaya saya dan keluarga bisa inget terus ke beliau. Semua yang terjadi di kehidupan manusia kan emang gak ada yang kebetulan, karena Allah SWT udah ngatur semuanya. Jadi dari kecil mindset saya tuh klo liat pohon mangga pasti inget mbah. Tapi semakin bertambahnya umur, saya semakin mengerti kalo ada poin yang bisa diambil dari maksud Allah, Mbah dan pohon mangga ini. Yaitu supaya saya tidak lupa dan terbiasa selalu mendoakan beliau yang sudah berada di sisi Allah. Sepengetahuan saya kan emang ada 3 amal yang gak putus walaupun org itu udah tidak ada dunia, pertama ilmu yg bermanfaat , dua amal, ketiga doa anak yang soleh. Disini saya juga gak beranggapan kalo diri ini soleh hehe, ya tapi seenggak-enggaknya jika niatnya baik insyaallah bisa kesampean juga tuh doa walaupun bukan orang soleh yg ngelakuin.

Dan ada satu hal lagi yang mesti saya pelajarin dari kisah pohon mangga ini. Tentunya semakin tinggi pohon makin kencanglah angin yang menghajar pohon mangga peninggalan mbah. Kalau akar, dahan dan rantingnya gak kuat atau mengganggu udah pasti roboh dan ditebang pohonnya. Begitu juga keseharian hidup saya yang semakin lama semakin bertambah tua umurnya, walaupun sekarang masih remaja tulen hahaha. Banyak cobaan yang harus dihadepin entah dari sisi moril atau materil. Dan apabila berhasil ngelewatin beberapa cobaan di usia muda ini, saya yakin banyak hal-hal positif yang bisa didapet dari seorang anak muda yang masa kecilnya pernah merasakan kasih sayang dari seorang kakeknya. Kalo emang gak berhasil, mudah-mudahan Tuhan yang diatas sana tidak melupakan seorang pemuda yang telah ditinggal kakek tercintanya yang telah lama meninggal, Huwallahu 'Alam.

Alhamdulillah tadi rumah kedatangan tamu yaitu guru ngaji yg biasanya mengajar saya dan teman2 tiap dua minggu sekali, semoga kedatangan guru ke rumah muridnya membawa berkah bagi kami dan beliau. Ngobrol kesana-kemari ngebahas pengajian, politik sampe istilah cabe2an, terong2an malah sampe terong dicabein, hahaha. Ditengah obrolan guru saya ngasih tau hal yg blm pernah kepikiran didlm otak saya tentang tiga hal yang menjadi penyebab orang mendapatkan musibah. Diantaranya, orang yg suka beribadah itu mendapatnya ujian, orang yang beribadah tapi melakukan maksiat juga mendapatnya cobaan, dan orang yang tdk pernah beribadah mendapatnya azab. Sontak kaget sambil mikir mudah2an aja yang saya alami dan yang akan datang itu cobaan, jadi biar saya termasuk golongan yang kedua minimal. Kalo golongan pertama udah jelas hanya orang2 yg betul2 taat beribadah, yang kedua masih manusiawi lah buat orang normal apalagi anak muda, tapi yang ketiga bener2 ngeri dengernya. Semoga Allah SWT jika memberi hamba musibah yaitu karena cobaan bukan karena azab akibat kelakuan-kelakuan buruk hidup hamba didunia, Amiin...

Antara Mistik Dan Ilmiah

By Argi Setyo Margie   Posted at  12:37:00   Did You Know?? No comments


Ada hal-hal ajaib pada masa lalu yang kini telah menjadi hal biasa. Telepon genggam, teleconferencing, penerbangan antar benua, satelit cuaca, robot, teknologi laser, adalah contohnya. Saat ini, masih banyak hal-hal aneh dan gaib yang masih tetap misterius tanpa bisa dijelaskan oleh logika. Karomah para wali yang membuat mereka bisa berada di dua tempat pada saat yang sama, kesaktian kiai yang bisa membaca niat pikiran tamu yang menghadap, para pendeta Budhha di Tibet yang bisa melayang 50 cm di udara ketika bersemedi, dukun Voodoo Afrika yang bisa membuat orang di seberang lautan menjerit kesakitan, dan praktek-praktek gaib lainnya di berbagai pelosok dunia, memperagakan hal-hal yang tidak dipahami akal saat ini. Karena tidak bisa dimasukkan ke dalam cabang-cabang ilmu pengetahuan normal yang ada, maka hal semacam itu disebut paranormal.

Peter Lorie dan Sid Murray Clark, dua orang futurologis, meramalkan dalam bukunya History of the Future, bahwa 600 tahun kedepan, manusia akan mengadopsi mistik dan magic sebagai suatu realita dan merupakan sisi lain dari gejala ilmiah dalam kehidupan alam ini. Ilmu tentang itu akan disebut magicology, miracology, dan divinology, yang berdampingan dengan ilmu pengetahuan konvensionil. Kecenderungan ke arah sana sudah berlangsung. Ada penelitian tentang Extra Sensory Perception (ESP) yang mendalami kemampuan mengetahui benda di ruang lain hanya dengan “merasa”. Ada ilmu telepati yang menelusuri kemampuan berkomunikasi tanpa alat. Ada ilmu tele-kinetik yang bisa membengkokkan garpu dari jarak jauh. Manusia akan menyadari bahwa tidak semua benda harus berperilaku sesuai dengan ilmu pengetahuan yang berlaku.

Sebenarnya tidak usah menunggu enam abad lagi, Islam sudah sejak awal menetapkan bahwa percaya pada yang gaib adalah syarat menjadi orang bertakwa. Keutamaan ilmu dalam Islam tidak hanya merujuk pada ilmu sains teknologi modern saja, tetapi meliputi ilmu dalam segala dimensi yang sudah maupun yang belum ditemukan.

Saat ini, beberapa hal ajaib dan mistik mulai bisa dijelaskan secara ilmiah. Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc, Ph.D, mantan Rektor ITB, berhasil menjelaskan secara teori ilmu fisika tentang fenomena penumpukkan energi melalui latihan pernafasan. Tenaga yang didapat dengan menahan nafas bisa disalurkan secara ajaib sehingga membuat musuh terpental tanpa disentuh. Tenaga itu juga bisa dipakai untuk mendiagnosa penyakit melalui telepon.

Banyak orang yang menyangka bahwa itu adalah ilmu gaib, mistik, dan meminta bantuan Jin. Tetapi beliau secara ilmiah menguraikan bahwa darah manusia tersusun dari atom oksigen (02) dan atom besi (Fe). Pada waktu bernafas biasa, oksigen jumlahnya berlimpah dalam paru-paru dan molekul darah dengan mudah menyerapnya tanpa melakukan pengaturan apa-apa. Tetapi sewaktu nafas ditahan, cadangan oksigen dalam paru-paru secara berangsur-angsur berkurang diserap oleh darah yang terus mengalir. Supaya tetap mendapatkan kadar oksigen sejumlah yang diperlukan, molekul darah (hemoglobin) mengatur diri “berbaris” secara serial dengan urutan: atom besi (Fe) -- rantai protein -- atom besi (Fe) -- rantai protein, dan seterusnya. Akibatnya, darah di dalam pembuluh darah akan membentuk barisan simetris. Posisi ini akan memudahkan proses pengikatan oksigen dan oksidasi. Atom besi --yang bersifat paramagnetik dan ferromagnetik-- dalam hemoglobin yang tersusun simetris tadi, membuat darah menjadi bersifat magnetik teratur atau disebut terpolarisasi magnetik. Fenomena yang dihasilkan antara lain:

1. Tubuh manusia menjadi mengeluarkan medan magnet dan memiliki dua kutub, kutub utara dan kutub selatan.
2. Darah bermagnet yang mengalir menimbulkan medan magnet yang dinamik, yaitu memancarkan gelombang elektromagnet.

Pancaran medan magnet dari tubuh orang tersebut akan berinteraksi dengan medan magnet bumi, maupun dengan medan magnet yang berasal dari orang lain. Selanjutnya jika dua kutub yang terpancar searah dengan medan magnet luar, orang tersebut akan terdorong maju atau ke belakang. Sedangkan jika membentuk sudut dengan arah medan magnet luar, orang tersebut akan terputar. Medan magnet yang dipancarkan bisa menginduksi, mengimbas orang lain, sehingga tampak seperti menyedot atau memutar tubuh orang lain tanpa menyentuhnya. Hal ini juga bisa terjadi dalam praktek penyembuhan orang lain.

Pancaran gelombang elektromagnetik dari tubuh seseorang yang darahnya terpolarisasi, menghasilkan pancaran tenaga (panas) dan aura. Pancaran ini dapat “dilihat” oleh orang lain melalui suatu “tuning” yaitu interferensi dan resonansi dari dua gelombang yang berasal dari kedua orang tadi ketika frekuensinya sama. Interferensi ini menjadi jalan masuknya informasi antar kedua orang tadi. Bila jaraknya jauh, disebut telepati. Sedangkan fenomena biologis akibat terpolarisasinya darah adalah antara lain:

1. Darah yang molekulnya teratur, terpolarisasi, akan mudah dioksidasi, dibersihkan dari sel-sel asing dan sel-sel organ tubuh yang rusak akan mudah dibangun kembali dengan sari makanan yang dibawa oleh darah. Ini berarti lancarnya metabolisme. Darah yang tidak terpolarisasi, susunannya tidak teratur dan disela-selanya sering bersarang sel-sel asing, bakteri, virus sehingga sukar dioksidasi.

2. Debu elektrostatik dari luar tubuh, terutama debu virus atau kuman penyakit akan terlempar sebelum menyentuh tubuh, karena ditolak oleh medan magnet tubuh.

Secara fisika, suatu medan magnet terpolarisasi yang mengandung energi dan informasi dapat disimpan dalam zat yang juga magnetik. Contohnya penyimpanan data dalam pita kaset musik, disket komputer, compact disk, dsb. Penyimpanan tenaga dalam dapat bersifat sementara maupun permanen. Prosesnya berlangsung dengan jalan pengimbasan pada zat magnetik melalui kekuatan pikiran. Adapun zat magnetik yang baik untuk penyimpanan tersebut antara lain oksigen (02), darah, tanah liat, kristal, logam kelompok besi, kumparan logam (solenoid) dan air (H20).

Penemuan Prof. Lilik tersebut membuat kita tersentak. Betapa tipisnya batas antara mistik dan ilmiah. Kita harus terus berusaha memecahkan rahasia-rahasia kejadian ajaib secara ilmiah untuk menyelamatkan aqidah kita. Namun, kita pun tak boleh mengingkari adanya jalur ilmu berdimensi lain yang memang ada di alam ini.

Wallahu a’lam.

Penulis : Bambang Pranggono, seorang Penulis, Mubalig, salah seorang pendiri organisasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Buku Beliau sudah diterbitkan adalah "Mozaik Dakwah". dan "Percikan Sains dalam Al Qur'an"

Sumber : http://hilmanmuchsin.blogspot.com/2009/05/antara-mistik-dan-ilmiah.html
Connected

© 2009-2016 In My Weird Brain. WP Mythemeshop converted by Bloggertheme9.
Powered by Blogger.
back to top